Kucing Cacingan Warna Putih: Penyebab dan Obatnya

Kucing cacingan warna putih bisa menjadi indikasi dari penyakit yang serius dan mengharuskan penanganan cepat.

FaunaFella | Kucing Cacingan Warna Putih: Penyebab dan Obatnya – Kucing cacingan warna putih sering membuat pemilik khawatir karena bisa memengaruhi kesehatan peliharaan. Kondisi ini biasanya disebabkan infeksi cacing gelang, pita, atau jenis lain yang menyerang usus. Jika tidak segera ditangani, kucing bisa kehilangan berat badan drastis. Oleh karena itu, penting mengenali gejala, penyebab, dan obat yang tepat. Artikel ini akan membahasnya secara lengkap.

Gejala Kucing Cacingan Warna Putih

Infeksi cacing pada kucing bisa dikenali melalui perubahan fisik dan perilaku yang cukup jelas. Gejala biasanya muncul sejak awal dan dapat memburuk jika tidak segera ditangani. Berikut beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan oleh pemilik kucing.

Berat Badan Menurun Drastis

Kucing yang terinfeksi cacing sering mengalami penurunan berat badan meskipun nafsu makannya tetap tinggi. Hal ini terjadi karena nutrisi dari makanan diserap oleh cacing di dalam tubuh. 

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan kelemahan dan gangguan sistem imun. Menurut Cornell Feline Health Center, infeksi cacing dapat menyebabkan anemia dan dehidrasi yang serius jika tidak segera diobati.

Bulu Kusam dan Rontok

Cacingan membuat bulu kucing kehilangan kilau alaminya. Rambut tampak kusam, mudah rontok, dan terasa kasar saat disentuh. Karena itu, penurunan kualitas bulu bisa menjadi indikator bahwa tubuh kucing kekurangan nutrisi penting akibat infeksi parasit.

Perut Buncit Tidak Normal

Meski tubuh kucing tampak kurus, perutnya bisa terlihat buncit secara tidak proporsional. Kondisi ini umum terjadi pada anak kucing dan sering menandakan infeksi cacing yang cukup parah. Perut buncit disebabkan oleh penumpukan cacing di saluran pencernaan, yang mengganggu fungsi normal organ dalam.

Muntah atau Diare

Kucing yang cacingan bisa mengalami muntah atau diare, bahkan terkadang cacing terlihat langsung dalam muntahan atau kotorannya. Gejala ini sangat berisiko karena dapat menyebabkan dehidrasi dalam waktu singkat.

The Institute for Environmental Research and Education menyebutkan bahwa keberadaan cacing putih seperti roundworm atau tapeworm dalam feses adalah tanda infeksi. Sehingga, tanda ini harus segera ditangani secara medis.

Lesu dan Tidak Aktif

Kucing menjadi lebih sering tidur, tampak lemas, dan enggan bergerak. Penurunan energi ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mendapatkan cukup nutrisi akibat kompetisi dengan parasit. Oleh karena itu, gejala lesu bisa menjadi indikator bahwa infeksi sudah berlangsung cukup lama dan perlu penanganan segera. 

Kucing cacingan warna putih ditandai dengan kondisi tubuh yang lesu, diare atau bahkan keluar kotoran dengan cacing.

Penyebab Kucing Cacingan Warna Putih

Infeksi cacing putih seperti roundworm dan tapeworm merupakan masalah umum pada kucing. Penularannya bisa terjadi melalui berbagai jalur, tergantung jenis cacing dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, pemilik perlu memahami penyebab kucing cacingan warna putih agar dapat melakukan pencegahan secara efektif.

Menelan Telur Cacing dari Lingkungan

Kucing bisa tertular saat menjilat bulu atau kaki yang terkena tanah berisi telur cacing. Kontaminasi dari pasir, rumput, atau lingkungan yang tidak bersih mempercepat penularan. 

Kondisi ini paling sering dialami oleh kucing yang bebas berkeliaran di luar rumah. Penjelasan tentang cara penularan cacing melalui lingkungan menjelaskan bahwa telur cacing dapat bertahan lama dan mudah masuk ke tubuh saat grooming.

Memangsa Hewan Terinfeksi

Kucing yang memakan tikus, burung, atau serangga berisiko tertular larva cacing. Hewan-hewan ini sering menjadi inang perantara yang membawa parasit dalam tubuhnya. Karena itu, kebiasaan berburu secara alami meningkatkan kemungkinan infeksi, terutama pada kucing yang tinggal di area terbuka atau semi-liar.

Infeksi dari Induk Saat Menyusui

Anak kucing dapat tertular larva cacing melalui susu induk yang sudah terinfeksi. Penularan ini cukup sering terjadi dan bisa berlangsung sejak hari-hari awal kehidupan.

Akibatnya, anak kucing yang terinfeksi biasanya tumbuh tidak optimal dan menunjukkan gejala seperti perut buncit atau bulu kusam. Panduan dari IERE menjelaskan bahwa penularan dari induk ke anak adalah jalur umum bagi roundworm.

Tertelan Kutu yang Terinfeksi Cacing Pita

Kutu yang membawa telur cacing pita bisa masuk ke tubuh kucing saat mereka menjilat atau menggigit kulitnya sendiri. Siklus ini membuat infeksi terus berulang jika tidak ditangani dengan pengendalian kutu yang konsisten. Oleh karena itu, penggunaan produk antiparasit dan kebersihan bulu sangat penting untuk mencegah penularan.

Makanan Mentah atau Tidak Higienis

Daging mentah atau makanan yang terkontaminasi menjadi sumber infeksi utama, terutama jika tidak dimasak dengan baik. Kucing yang terbiasa makan sisa makanan atau berburu di luar rumah lebih berisiko terpapar larva cacing. Maka dari itu, pemberian makanan higienis dan berkualitas sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. 

Penyebab kucing cacingan warna putih bisa karena menelan telur, terinfeksi dari hewan lain atau lingkungan yang kotor.

Obat Kucing Cacingan Warna Putih

Infeksi cacing seperti roundworm dan tapeworm pada kucing memerlukan penanganan yang tepat. Pemilihan obat kucing cacingan warna putih biasanya disesuaikan dengan jenis cacing yang menginfeksi, usia kucing, dan tingkat keparahan gejala. Oleh karena itu, penting bagi pemilik untuk mengenali jenis obat yang umum digunakan dan cara pemberiannya.

Praziquantel

Obat ini digunakan khusus untuk membasmi cacing pita (tapeworm). Bentuknya tersedia dalam tablet dan suntikan, dan biasanya cukup diberikan dalam satu dosis. 

Praziquantel bekerja dengan melumpuhkan sistem saraf cacing sehingga mereka terlepas dari dinding usus dan dikeluarkan melalui feses. PetMD menjelaskan bahwa praziquantel sangat efektif untuk mengatasi infeksi Dipylidium caninum yang umum ditemukan pada kucing.

Pyrantel Pamoate

Pyrantel pamoate efektif untuk mengatasi cacing gelang (roundworm) dan tambang (hookworm). Obat ini aman digunakan untuk anak kucing usia 2–12 minggu dan tersedia dalam bentuk cair maupun tablet. 

Karena itu, pyrantel sering direkomendasikan sebagai obat awal untuk deworming pada kucing muda. Dosisnya harus disesuaikan dengan berat badan dan diberikan sesuai jadwal yang dianjurkan oleh dokter hewan.

Fenbendazole

Fenbendazole cocok untuk berbagai jenis cacing, termasuk gelang, cambuk, dan beberapa protozoa. Obat ini tersedia dalam bentuk bubuk atau tablet dan biasanya diberikan selama 3–5 hari berturut-turut. 

Selain itu, fenbendazole memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan sering digunakan dalam program deworming jangka panjang. Cornell Feline Health Center menyebutkan bahwa fenbendazole efektif untuk mengatasi infeksi saluran pencernaan yang kompleks.

Albendazole

Albendazole bekerja dengan menghambat penyerapan nutrisi oleh cacing, sehingga mereka mati secara bertahap. Obat ini efektif melawan cacing pita, gelang, dan tambang, namun penggunaannya harus diawasi ketat oleh dokter hewan karena potensi efek samping pada hati. Oleh karena itu, albendazole lebih sering digunakan pada kasus infeksi berat atau yang tidak merespons obat lain.

Drontal Cat Tablet

Drontal merupakan produk kombinasi antara praziquantel dan pyrantel embonate, sehingga ampuh untuk berbagai jenis cacing dalam satu dosis. Obat ini mudah ditemukan di apotek hewan dan sering digunakan sebagai pilihan praktis untuk deworming rutin. Karena formulanya yang lengkap, Drontal cocok untuk kucing dewasa yang aktif dan memiliki risiko tinggi terpapar parasit. 

Tips Kucing Terhindar Cacingan Warna Putih

Mencegah cacingan lebih baik daripada mengobati. Perawatan harian yang tepat bisa menurunkan risiko infeksi. Anda bisa mencoba beberapa tips penting berikut ini:

  • Jaga kebersihan kandang agar kucing terhindar dari telur cacing.
  • Berikan makanan higienis untuk mencegah kontaminasi parasit.
  • Pastikan kucing tidak terbiasa makan makanan mentah.
  • Lakukan grooming rutin untuk menjaga bulu tetap bersih.
  • Gunakan obat anti-kutu agar terhindar dari cacing pita.
  • Batasi kucing keluar rumah tanpa pengawasan.
  • Sterilkan litter box setiap hari untuk mencegah telur cacing berkembang.
  • Berikan vitamin agar daya tahan tubuh tetap kuat.
  • Rutin cek kesehatan ke dokter hewan.
  • Hindari kontak dengan hewan liar yang bisa menjadi sumber infeksi.

Kucing cacingan warna putih perlu penanganan cepat agar tidak berdampak serius pada kesehatan. Gejala, penyebab, hingga pilihan obatnya harus dipahami dengan baik. Perawatan dan pencegahan juga penting dilakukan sejak dini. Untuk menjaga kebersihan kucing, Anda bisa mengandalkan layanan grooming panggilan dari Faunafella agar hewan kesayangan tetap sehat dan bebas dari cacingan.

Layanan Faunafella

Berikut Layanan Faunafella sebagai Pet Shop Indonesia terbaik dan ternama sejak Tahun 2020 yang sudah membantu menjaga serta merawat Anabul kesayangan.

Picture of Pet Shop Indonesia

Pet Shop Indonesia

Faunafella adalah Pet Shop Indonesia yang melayani Grooming Kucing dan Grooming Anjing. Faunafella juga dikenal sebagai Pet Shop Grooming Indonesia terbaik dan ternama sejak tahun 2020 yang telah membantu menjaga dan merawat Anabul kesayangan.