10 Penyebab Anak Anjing Cacingan, Waspada!

Ketahui 10 penyebab anak anjing cacingan yang sering kali mengancam kesehatan pencernaan anabul kecil Anda. Simak faktor pemicu dan solusinya di sini!
Kenali penyebab anak anjing cacingan sejak dini

Penyebab anak anjing cacingan wajib Anda pelajari secara mendalam agar anabul kecil tidak mengalami gangguan tumbuh kembang yang fatal. Banyak pemilik hewan berasumsi bahwa lingkungan rumah yang bersih sudah cukup menjamin kebebasan anabul dari serangan parasit internal yang merugikan ini. 

Namun, faktanya, bibit cacing dapat masuk ke dalam sistem biologis anak anjing melalui berbagai jalur tersembunyi yang sering kali luput dari pengawasan kita sehari-hari.

10 Penyebab Anak Anjing Cacingan

Menurut Nexgard for Pets, sebagian besar anak anjing sebenarnya sudah mengemas larva parasit di dalam tubuh mereka sejak masa awal perkembangan generatif. Kerentanan fisik yang tinggi membuat kasus anak anjing cacingan menjadi masalah kesehatan yang sangat mendominasi pada usia di bawah enam bulan. 

Berikut merupakan 10 faktor utama yang memicu munculnya koloni cacing di dalam saluran pencernaan anabul kecil Anda:

1. Migrasi Transplasental dari Induk

Larva cacing yang mengalami masa dorman di dalam jaringan otot induk anjing akan aktif kembali saat masa kehamilan berlangsung. Selanjutnya, parasit ini bermigrasi menembus plasenta untuk menginfeksi janin anjing yang sedang berkembang di dalam kandungan. 

Hal inilah yang menyebabkan anak anjing terlahir ke dunia dengan kondisi medis yang sudah mengidap parasit usus sejak hari pertama.

2. Konsumsi Air Susu Induk (ASI)

Setelah kelahiran, siklus penularan cacing pada anak anjing terus berlanjut melalui cairan susu yang mereka isap setiap hari dari induknya. Larva cacing gelang dengan mudah ikut mengalir masuk ke dalam mulut anabul dan menetap di dalam lambung mereka yang masih sensitif.

Oleh karena itu, pengobatan cacing pada induk yang menyusui memegang peranan yang sangat krusial bagi keselamatan seluruh keturunannya.

3. Kebiasaan Menjilati Tanah yang Terkontaminasi

Anak anjing memanfaatkan indra pengecap dan penciuman mereka untuk mengeksplorasi setiap sudut halaman rumah maupun taman bermain luar ruangan. Sayangnya, tanah terbuka sering kali menyimpan jutaan telur cacing mikroskopis yang berasal dari pembuangan kotoran hewan lain yang sakit. 

Ketika anabul tidak sengaja menelan partikel tanah tersebut, telur cacing akan menemukan tempat ideal untuk menetas di dalam usus.

4. Menelan Kutu Rambut (Flea) saat Grooming

Keberadaan kutu pada tubuh anjing bukan sekadar memicu rasa gatal, melainkan juga bertindak sebagai inang perantara bagi larva cacing pita. Saat anak anjing mencoba menggaruk atau menggigit kulitnya untuk meredakan gatal, mereka sering kali menelan kutu hidup tersebut ke dalam mulut.

Di dalam lambung, kutu akan hancur dan melepaskan cacing pita baru yang siap merusak dinding saluran cerna.

Anak anjing cacingan bisa disebabkan menelan kutu atau menjilati tanah saat berada di outdoor.

5. Kontak Langsung dengan Feses Hewan Lain

Sifat alami anak anjing yang gemar mengendus kotoran hewan lain menjadi jalur penularan penyakit yang sangat cepat dan berbahaya. Feses yang tampak kering sekalipun tetap menyimpan ancaman berupa larva cacing tambang yang aktif dan siap berpindah ke tubuh baru. 

Begitu anabul menjilat hidung atau kaki mereka yang terkena sisa feses, parasit akan langsung masuk ke dalam tubuh.

6. Penetrasi Larva Melalui Kulit Kaki

Spesies cacing tambang memiliki kemampuan unik untuk menembus lapisan kulit luar tanpa harus tertelan terlebih dahulu oleh anak anjing. Larva yang hidup di rumput lembap akan menempel pada bantalan cakar kaki anabul saat mereka sedang asyik berjalan-jalan di luar. 

Parasit ini kemudian masuk ke dalam aliran darah dan bermigrasi menuju paru-paru sebelum akhirnya menetap di usus halus.

7. Konsumsi Pakan Daging Mentah (Raw Food)

Memberikan menu makanan berupa daging mentah yang tidak melewati proses sterilisasi yang baik berpotensi besar memicu kasus anjing cacingan. Daging hewan ternak tertentu terkadang mengandung kista parasit tersembunyi yang akan aktif kembali setelah masuk ke dalam lambung anjing. 

Sebaiknya, masak pakan dengan matang sempurna untuk memastikan seluruh kuman patogen mati total sebelum Anda menyajikannya.

8. Mengunyah Bangkai Hewan Kecil

Naluri berburu yang mulai tumbuh sering kali mendorong anak anjing untuk mengejar dan mengunyah tikus, burung, atau siput di sekitar rumah. Hewan-hewan liar ini merupakan inang transportasi yang membawa larva cacing dalam jumlah besar di dalam jaringan tubuh mereka. 

Ketika anak anjing menelan bangkai tersebut, siklus hidup cacing akan langsung berpindah dan berkembang biak secara masif di usus anabul.

9. Menggunakan Wadah Makanan yang Kotor

Sisa pakan basah yang tertinggal di dalam mangkuk makanan dalam waktu lama dapat mengundang lalat yang membawa telur cacing. Wadah yang jarang Anda cuci menggunakan sabun antiseptik akan menjadi tempat penumpukan bakteri dan parasit yang sangat merugikan kesehatan. 

Selalu bersihkan peralatan makan anabul setiap kali mereka selesai makan guna menjaga higienitas asupan nutrisi harian.

10. Stres Akibat Perubahan Lingkungan

Ketika Anda baru saja mengadopsi anak anjing, perpindahan tempat tinggal baru sering kali memicu tingkat stres yang tinggi pada mental mereka. Kondisi stres ini secara otomatis menurunkan efektivitas sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi parasit yang awalnya berjumlah sedikit. 

Akibatnya, telur cacing yang semula tertekan oleh imun tubuh akan mendominasi dan memicu gejala klinis yang parah.

Jika anak anjing sering makan tapi kurus, bisa jadi tanda anak anjing cacingan.

Cara Obati dan Hindari Anak Anjing Cacingan

Dari artikel PetMD, kombinasi antara pengobatan medis yang agresif dan pemeliharaan kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam membebaskan anabul dari penderitaan. Pemilik hewan harus jeli mengenali ciri-ciri anjing cacingan agar bisa segera memberikan pertolongan pertama sebelum infeksi merusak organ dalam.

Simak beberapa langkah efektif berikut untuk mengobati sekaligus menghalau kembalinya parasit usus:

  • Berikan cara mengobati anak-anjing cacingan menggunakan obat sirup berzat aktif Pyrantel Pamoate sesuai dengan dosis berat badan aktualnya.
  • Manfaatkan alternatif herbal pendukung seperti obat alami anjing cacingan dari parutan biji labu mentah untuk membantu melumpuhkan cacing pita.
  • Lakukan pemeriksaan feses berkala ke laboratorium veteriner setiap tiga bulan sekali demi mendeteksi keberadaan telur cacing sejak dini.
  • Buang kotoran anjing sesegera mungkin dari area pekarangan rumah agar larva cacing tidak sempat menetas dan mencemari tanah.
  • Bersihkan area kandang dan alas tidur menggunakan cairan disinfektan secara rutin minimal satu kali dalam seminggu.
  • Terapkan protokol eliminasi kutu rambut secara konsisten pada seluruh hewan peliharaan yang tinggal bersama di dalam rumah Anda.

Memahami berbagai faktor penyebab anak anjing cacingan membantu Anda membangun benteng perlindungan yang lebih kokoh demi masa depan anabul yang sehat. Anda tidak boleh menganggap remeh gejala perut buncit atau lesu pada anabul kecil karena hal itu bisa menjadi indikasi awal ledakan populasi parasit di usus. 

Oleh karena itu, mulailah memperketat kebersihan makanan serta rutin memberikan obat cacing berkala untuk memutus mata rantai penularan kuman. Untuk pencegahan penyebab anak anjing cacingan, manfaatkan jasa grooming anak anjing di FaunaFella ya. Sehingga, seluruh telur cacing yang menempel pada bulu luar hilang secara maksimal!

Layanan Faunafella

Berikut Layanan Faunafella sebagai Pet Shop Indonesia terbaik dan ternama sejak Tahun 2020 yang sudah membantu menjaga serta merawat Anabul kesayangan.

Picture of Pet Shop Indonesia

Pet Shop Indonesia

Faunafella adalah Pet Shop Indonesia yang melayani Grooming Kucing dan Grooming Anjing. Faunafella juga dikenal sebagai Pet Shop Grooming Indonesia terbaik dan ternama sejak tahun 2020 yang telah membantu menjaga dan merawat Anabul kesayangan.